Kamis, 28 Juli 2011

Majas

yaa, kali ini saya akan berbagi berbagai macam majas yang selalu kita pelajari di pelajaran Bahasa Indonesia :D


MAJAS PERBANDINGAN
1.     Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
2.     Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
3.     Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
4.     Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll.
5.     Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
6.     Sinestesia: Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.
7.     Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
8.     Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
9.     Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
10.   Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
11.   Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.
12.   Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
13.   Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.
14.   Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
15.   Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
16.   Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
17.   Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
18.   Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
19.   Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
20.   Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
21.   Perifrase: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
22.   Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
23.   Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
24.   Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.
Majas sindiran
1.     Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
2.     Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
3.     Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
4.     Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
5.     Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.
Majas penegasan
1.     Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
2.     Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
3.     Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
4.     Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
5.     Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
6.     Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
7.     Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
8.     Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
9.     Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
10.   Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
11.   Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
12.   Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
13.   Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
14.   Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
15.   Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
16.   Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
17.   Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
18.   Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
19.   Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
20.   Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
21.   Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
22.   Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
23.   Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
24.   Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
25.   Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu
26.    
27.   Majas pertentangan
1.     Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
2.     Oksimoron: Paradoks dalam satu frase.
3.     Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
4.     Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
5.     Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.

Senin, 14 Maret 2011

cara membuat tempe

berikut ini adalah cara untuk membuat tempe dan resepnya
dikarenakan harga tempe yang semakin mahal, dianjurkan kita membuat tempe sendiri. langkah-langkahnya mudah kok, bisa dibuat di rumah sendiri..
CHECK THIS OUT!!

Berikut resep membuat tempe yang dikutip dari situs mbak Sylvie. Selamat mempraktekan dan saya doakan semoga berhasil. Jangan lupa, kalau sudah bisa membuat tempe, ajak saya untuk mencicipinya atau kirimkan ke rumah saya (he .. he .. he) :

1. siapkan kacang kedelai sebanyak 1 kg dan ragi tempe sebanyak 2 gram.

2. cuci bersih kacang kedelai dan rendam selama 24 jam.

3. setelah direndam selama 24 jam, kacang kedelai mekar. Mulailah meremas-remas kacang kedelai agar kulit arinya lepas.

4. Setelah bersih, tuangkan kacang kedelai ke dalam panci dan beri air secukupnya. Rebus kacang kedelai selama kurang lebih 30 menit. Selama kacang kedelai direbus akan muncul buih putih seperti gambar diatas ini.

5. Setelah direbus selama 30 menit, buang air yang tersisa di dalam panci. Kemudian, taruh kembali panci yang tinggal berisikan kacang kedelai diatas kompor. Aduk-aduk, jangan sampai hangus. Proses ini dilakukan untuk mengeringkan kacang kedelai. Jangan terlalu lama - karena kacang mudah hangus.

6. Tuang kacang kedelai ke wadah yang memudahkan kacang kedelai menjadi dingin.

7. Setelah dingin, taburkan ragi tempe sebanyak 2 gram dan aduk rata (bagi anda yang tinggal di Eropa, ragi tempe bisa didapatkan disini).

8. Siapkan plastik dengan ukuran sesuai selera. Masukkan kacang kedelai ke dalam plastik hingga ketebalan kira-kira 2-3 cm.

9. Tutup plastik (bisa dengan menggunakan lilin).

10. Kemudian lubangi plastik yang telah berisi kacang kedelai dengan menggunakan pisau (atau garpu) kira-kira 8 lubang untuk setiap sisi atas dan sisi bawah.

11. Simpan tempe didalam lemari. Alas yang dipakai untuk menyimpan adalah rak lemari es yang diganjal bagian bawahnya, sehingga ada sirkulasi udara. Diamkan selama kurang lebih 36 jam.

Perhatian : Menurut pengalaman seorang teman, untuk yang merantau di negara yang mengalami suhu dingin, tempe kadang dibalut dengan handuk, agar lebih hangat sebelum dimasukan ke dalam lemari.

12. setelah 36 jam, tempe siap diolah


jadi jugaaaa.. kalo udah jadi bagi bagi yaa

Minggu, 20 Februari 2011

Mengejar Matahari



akhirnya dengan rahmat Allah saya bisa memposting lagi
kali ini saya akan share album photograph saya yang berjudul "Mengejar Matahari" semoga kalian suka ya









Sabtu, 01 Januari 2011

Kereta Api

Well, pertama-tama saya ucapkan HAPPY NEW YEAR 2011 :)
akhirnya bisa posting di tahun yang baru ini dengan semangat yang baru dan postingan yang baru pula hehe

di tahun yang baru ini saya akan memposting tentang kereta. mengapa kereta?? karena saya suka kereta dan


langsung aja ya kawan, saya mempunyai koleksi kereta dan saya akan share disini. cekidot!!


yang pertama eks. Argo Jati





yang kedua adalah LOGAWA


yang ketiga adalah PURWOJAYA


haha udah ya segini aja, sebenarnya masih banyak hahaha
byeee :)

Pengikut